Mari Mengenal Margarin




Kebutuhan margarine di dapur makin besar saja. Kalau dulu orang hanya menggunakan margarine untuk membuat kue. Kini memasakpun menggunakan margarine karena rasanya akan jauh lebih enak daripada menggunakan minyak goreng biasa.

Apa itu Margarin?
 Margarin merupakan emulsi yang terdiri dari lemak nabati, air dan garam dengan perbandingan (80:18:2). Berbeda dengan minyak goreng, margarin dapat dikonsumsi tanpa dimasak. Sifat fisik margarin pada suhu kamar adalah berbentuk padat, berwarna kuning dan bersifat plastis.
Manfaat Mengkonsumsi Margarin
Margarin bukan hanya member kelezatan pada kue, tetapi juga punya manfaat lain. Salah satunya sebagai sumber energy. Margarine juga kaya akan vitamin A, E dan D. Tetapi margarin juga memiliki  jumlah kalori yang lebih sedikit jika disbanding dengan mentega. Jadi lebih aman bagi tubuh. Di dalam masakan dan kue, margarin member cita rasa gurih dan di roti, margarin mengurangi remah roti, mempermudah pemotongan dan memperlunak kulit roti.

Memilih Margarin yang Baik
 Meski sudah disebutkan keunggulan margarin, tetapi tidak semua margarin terjamin mutunya. Perhatikan beberapa syarat dalam memilih margarin:
-Beli yang tidak terlalu keras
-Pada saat dibuka, warnanya kuning cerah
-Saat digunakan, harus mudah dioleskan (pada roti)
-Ketika digunakan pada saat memasak, haraus mudah meleleh, begitu juga waktu memanggang.

Tips Memasak dengan Menggunakan Margarin
 Cara mencairkan margarine untuk membuat cake. Mencairkan margarin tidak boleh sampai mendidih supaya air yang ada dalam margarin tidak menguap. Air yang terkandung dalam margarine berfungsi member kelembaban pada cake.
 Akibat pemanasan tinggi juga dapat merusak ikatan emulsinya. Jadi sebaiknya margarine cukup dipanaskan diatas api kecil saja asal leleh. Lebih baik margarin dilelehkan menjelang dimasukkan agar margarin mudah tercampur rata dalam adonan. Karena setelah dingin, air dan lemak di dalam margarin akan terpisah.
Mengoles Loyang untuk cake yang menggunakan margarin cukup banyak. Tidak disarankan mengoles margarin di sisi Loyang yang digunakan agar cake tidak mengkerut dan terlepas dari Loyang.
 Cara mengaduk margarin dalam adonan. Khusus untuk margarin yang dilelehkan, gunakan spatula untuk mencampur margarin leleh dengan adonan telur, bukan menggunakan mixer. Pencampuran dengan menggunakan mixer akan membuat adonan bantet.
Saat mencampurkan margarin cair kedalam adonan harus benar-benar rata. Margarin yang tidak tercampur rata, akan membentuk lapisan margarin dibawah cake yang menyebabkan cake basah dan padat di bagian dasar.
 Cara menentuka jumlah pemakaian margarin dalam pembuatan cake/ bolu. Pastikan jumlah margarin yang digunakan untuk membuat cake/ bolu tidak melebihi dari jumlah kuning telur. Bila margarin lebih banyak dari jumlah kuning telur dalam resep maka margarin tidak bisa ter emulsi dengan baik dan akan berada dalam dasar cake sehingga cake/bolu menjadi padat.




Follow Us On: